PLUMPANG 2009

Kembali rakyat kecil jadi korban. Tangki depo BBM Pertamina no 24 di Pumpang, Jakarta Utara yang berisi 5000 kl premium meledak. Baca juga Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Depo, Depot, atau Tangki?
by firdi djoemadi
. Bohong besar jika hal ini takkan berpengaruh terhadap pasokan Premium 5000 kl sudah jelas lenyap. Belum lagi pelayanan distribusi yang harus tertunda minimal seminggu.

Yang menarik adalah peristiwa ini terjadi hanya 2-3 hari setelah munculnya iklan Partai Demokrat yang memuji-muji SBY karena 3 kali menurunkan harga BBM. “Pertama kali dalam sejarah”, katanya. Padahal ketiga kali penurunan ini belum mencapai harga semula yaitu Rp. 4500,- perliter Premium. Pun biaya transportasi umum juga tidak mau turun. Jelas harga sembako tetap tinggi.

Secara pribadi saya yakin SBY baik-baik saja. Namun sebagaimana pemimpin di manapun, there’s always be The President’s Men around. Narsis banget iklan macam begitu. Gak penting banget deh muji-muji diri sendiri kayak gitu. Hal ini yang mengganggu benak saya. Iklan ini justru kontraproduktif bagi SBY. Bisa jadi backfire, meminjam istilah kebakaran.

Apakah ini juga berkait dengan teguran keras SBY pada Pertamina atas kelalaiannya merespon pelayanan publik terkait kelangkaan BBM? Kita ingat meski telah dimarahi, Pertamina masih ngeyel mengatakan kelambatan terjadi akibat distribusi dan penerapan sistem online yang baru. Pernyataan Pertamina ini senada dengan arogansi Organda DKI yang keukeuh tak mau menurunkan tarif angkutan meski harga BBM sudah turun 3 kali.
Terlalu transparan bagi rakyat, kedua instansi ini sangat mengutamakan kepentingan diri dan kelompok mereka daripada amanat penderitaan rakyat. Apa bedanya mereka dengan Israel yang membunuhi anak-anak Palestina demi mencapai tujuan mereka yaitu meredam serangan Hamas?

Kita masih ingat, POLRI pernah memperingatkan untuk meningkatkan keamanan di depo Plumpang November tahun lalu terkait dengan penangkapan atas tersangka teroris di wilayah Plumpang. Kita juga tidak pernah mendengar tindak lanjut atas tersangka teroris tersebut. Adakah intelijen POLRI sudah mencium adanya rencana peledakan depo Plumpang? Ataukah skenario ini sudah disiapkan sebelumnya sehingga ada pembenaran untuk menunjukkan masih aktifnya terorisme di wilayah NKRI, khususnya di ibukota negara Jakarta? Jika memang benar teroris yang melakukan ini, berarti aparat keamanan wa bil khusus intelijen POLRI sudah kecolongan.

Jika merujuk lagi pada demo Paspampres beberapa hari lalu, adakah bisa ditarik kesimpulan adanya indikasi pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan SBY? Mungkinkah mereka yang disikat oleh SBY melalui KPK melakukan aksi pembalasan?
Jika benar, maka pelaku-pelaku korupsi yang “bernyanyi” agaknya sengaja menunjukkan bahwa korupsi telah mengakar sedemikian kuat di seluruh jajaran pemerintah, dari atas hingga ke bawah.

Apapun yang sesungguhnya terjadi, sesungguhnya teror telah masuk ke nyaris seluruh rumah tangga melalui pemberitaan di televisi. Bahwa demo anarkis di mana-mana, kekerasan di mana-mana, makanan dan bahan makanan palsu, beracun, berbahaya, haram, dlsb. Politik pecah belah melalui perdebatan di depan publik. Rakyat kecil tertekan, terganggu oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan hak asasi, agama, dll demi keuntungan dan kekuasaan. Kemanusiaan yang adil dan beradab, dan keTuhanan Yang Maha Esa telah dirampok dan dinistakan habis-habisan. Tak ada lagi yang bisa kita lakukan kecuali berdoa dan banyak mengucapkan kalimat tauhid.

WalLaahu a’lam.

copyleft umar syaifullah 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s