Suara Rakyat adalah suara Tuhan

TV One menayangkan Suara Rakyat hari Rabu (4/2) dini hari pukul 01.00. Tayangan ini mengangkat bagaimana kehidupan kaum jompo khususnya yang berada di panti jompo, serta rendahnya perhatian pemerintah terhadap mereka. Padahal dalam pandangan TV One kaum sepuh ini punya potensi besar dalam menyumbang suara pada Pemilu mendatang.

Demi Allah, air mata saya berlinang. Seorang mantan pemulung yang terjaring operasi Tramtib kini justru merasa bersyukur hidup di panti jompo karena bisa hidup lebih layak dan mendapat perhatian dari pengurus panti. Lelaki renta yang giginya terlihat tinggal satu itu benar-benar menyentak perhatian saya. Di balik kerentaan tubuhnya serta latar belakangnya yang pemulung di sebuah stasiun kereta, ternyata ia cukup mengikuti perkembangan berita tentang negara ini. Ia menyayangkan terjadinya kelangkaan bahan bakar untuk rumah tangga seperti minyak tanah dan elpiji, juga maraknya demonstrasi dan bentrok di sana-sini. Korupsi para pejabat juga menjadi keprihatinannya. Namun semua keluhannya itu tidak membuatnya menghujat dan membenci atau bahkan dengan keras memaksakan pendapatnya.

Laki-laki renta bergigi satu yang mantan pemulung ini justru punya kesantunan dan budi bahasa yang tidak saya temukan di kalangan pemimpin kita. Ia semata menghimbau dengan sangat, sangat santun. Sulit saya menuangkannya di tulisan ini. Karena ada nuansa yang saya tak mampu gambarkan. Di balik keprihatinannya itu pun, dengan sangat lapang dada mengatakan bahwa siapapun yang akan terpilih nanti tidak masalah asalkan benar-benar mau memikirkan dan mengurusi rakyat.

Undang Undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat (1) jelas-jelas mengamanatkan bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara negara. Ini adalah amanat para pendiri negara, lebih lagi amanat penderitaan rakyat. Bukan amanat kekuasaan. Ya Allah, ampunkan kedurhakaan kami karena menelantarkan orang-orang tua kami. Berikan segala kebaikan bagi mereka yang memelihara orang-orang tua kami. Bagi Anda blogwalkers, perbaikilah hubungan dengan orangtua Anda selagi sempat. Muliakan mereka yang menjadikan Anda mulia seperti sekarang. Kiamat sedang dipercepat. Jangan sia-siakan waktu Anda dengan mengejar duniawi. Berbuat baiklah. Atau tunggu saja kiamatmu!

Iklan

3 pemikiran pada “Suara Rakyat adalah suara Tuhan

    • bukan soal asli atau tidak. untuk berbuat baik tidak diperlukan undang-undang. lihatlah UU Pornografi dlsb. apakah menjadikan bangsa kita tidak porno? ini kan cuma akal-akalan pembuat undang-undang saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s