Siapakah Dia? – sebuah perjalanan ruhani

Pada suatu siang yang terik, aku dan seorang sahabat salik sedang makan siang di sebuah warteg di tepi jalan raya Pasar Minggu yang berdebu. Sambil makan entah kenapa kok obrolan kami tiba-tiba menyinggung nabi Khidir. Selagi asyik ngobrol, eh ada seorang pengemis masuk ke warung itu dan meminta sedekah. Spontan aku menyikut kawanku, “Kasih tuh. Sapa tau itu Khidir”. Kawanku itu tak bergeming karena enggan.

Aku jadi tersentak sendiri dengan ucapanku tadi. Jangan-jangan iya, batinku. Tapi pengemis itu sudah beranjak pergi. Aku kurang memerhatikan apakah tadi ada pengunjung warteg yang memberinya sedekah. Aku bersicepat keluar warung berusaha mengejar sang pengemis.

Aku berteriak memanggilnya. Ia menoleh dan membalik badan menghadapku. Karena tadi ia meminta uang dan aku tak memberinya, aku menawarinya untuk makan. Ia menatapku heran, tapi ia menggeleng. Atau segelas kopi, sergahku lagi. Ia menggeleng lagi. Kali ini kulihat tatapannya seperti tidak suka. Aku kehabisan upaya untuk menahannya lebih lanjut. Ia pun melanjutkan perjalanannya di tepi jalan yang kerontang itu.

Aku pun kembali ke warung. Sebetulnya saat pengemis itu datang kami sudah selesai makan. Maka tak lama kami pun membayar dan keluar warung. Kami berdua menyeberang jalan menuju sebuah masjid tak jauh dari situ. Kami berdua sedang duduk di beranda masjid melepaskan sepatu ketika aku tercekat dan menggamit kawanku, “Itu! Lihat di tempat berwudhu!”. Pengemis itu sedang mengambil wudhu di sana. Gerakannya sempurna.

Kami hanya mematung mengamati hingga pengemis itu selesai berwudhu dan masuk masjid untuk shalat. Kami masih terpukau menyaksikan sang pengemis itu shalat. Tanganku pun masih memegang tali sepatu. Shalatnya pendek saja, tanda ia hanya melakukan rukun shalat yang wajib saja. Hingga ia selesai shalat dan berjalan keluar masjid menyusuri tepi jalan lagi, kami masih membisu. Tak sadar bulu kudukku meremang. Siapakah dia? (us)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s