Cerita Panji untuk Warisan Budaya Dunia

NASKAH lontar dalam aksara Bali bahasa Jawa yang menceritakan perjalanan Panji, anak Raja Keling mencari calon istrinya Nrangkesari, putri Daha. (foto: umarsyaifullah)

NASKAH lontar dalam aksara Bali bahasa Jawa yang menceritakan perjalanan Panji, anak Raja Keling mencari calon istrinya Nrangkesari, putri Daha. (foto: umarsyaifullah)

Indonesia saat ini sedang mengajukan naskah Cerita Panji sebagai Memory of Nation dan Memory of The World serta World Heritage ke Unesco. Persebaran cerita Panji yang berasal dari Jawa menurut penelitian telah menjangkau Bali, Nusa Tenggara Barat, Sumatera, hingga Thailand dan Kamboja. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI, Welmin Sunyi Ariningsih dalam Pembukaan Pameran Tematik “Cerita Panji sebagai Warisan Budaya Dunia” di Perpustakaan Nasional, Jakarta Jumat (24/10/2014) malam lalu.

LUKISAN Cerita Panji terpanjang di dunia (1x60m) ikut ditampilkan dalam pameran. (foto: umarsyaifullah)

LUKISAN Cerita Panji terpanjang di dunia (1x60m) ikut ditampilkan dalam pameran. (foto: umarsyaifullah)

Pameran yang berlangsung hingga 30 Oktober mendatang menampilkan 40 dari sekitar 80 naskah Cerita Panji koleksi Perpustakaan Nasional. Di samping itu juga dipamerkan 50 koleksi pendukung termasuk lukisan spektakuler cerita Panji terpanjang di dunia pinjaman dari Royal Panji Society yang berukuran 1x 60 m. Sepanjang acara akan menampilkan seminar, tarian, reog, rancak Betawi, dan kesenian Topeng yang seluruhnya mengangkat kisah Panji.

KI Tarka sedang mendokumentasikan salah satu tampilan Cerita Panji. (foto:: umarsyaifullah)

KI Tarka Sutarahardja sedang mendokumentasikan salah satu tampilan Cerita Panji. (foto:: umarsyaifullah)

Ki Tarka Sutarahardja (47) pegiat cacarakan bahasa Jawa Kuna dari Indramayu mengatakan bahwa ia bersama komunitas Sanggar Aksara Jawa Indramayu mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk mengangkat dan mengenalkan kembali budaya yang kini hampir punah seperti Cerita Panji, Macapatan, Kuda Lumping, Sintren, Ronggeng, Pujanggaan, dan lain sebagainya. Ia sendiri telah memperkenalkan aksara Jawa kuna di SMK Indramayu.

Sementara itu Ray Mengku Sutentra, seorang akademisi dari jurusan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta mengamini dan menyatakan hal ini sebagai tugas besar yang harus ditanggung seluruh pemerhati budaya nusantara. Secara khusus ia ikut berharap adanya peran serta pihak swasta dan pegiat dunia maya semisal blogger dan pengguna media sosial untuk menyosialisasikan hal ini. Ia sangat menyambut gembira bila ada pihak-pihak yang membantu mengenalkan budaya melalui aplikasi di telepon pintar maupun games.

UNDANGAN Pembukaan Pameran Cerita Panji sedang memperhatikan salah satu naskah yang dipamerkan. Tampak (ki-ka) Ray Mengku, Ki Tarka. (foto: umarsyaifullah)

UNDANGAN Pembukaan Pameran Cerita Panji sedang memperhatikan salah satu naskah yang dipamerkan. Tampak (ki-ka) Ray Mengku Sutentra, Ki Tarka Sutarahardja. (foto: umarsyaifullah)

Di sisi lain, pembukaan pameran yang bertepatan dengan malam 1 Suro ini bagi budayawan Taufik Rahzen dari Royal Panji Society punya makna tersendiri. Menurutnya, Cerita Panji itu dasar spiritualitasnya adalah cerita matahari dan bulan. Dengan demikian ini adalah dasar spiritualitas Nusantara.

“Smara itu matahari. Chandra itu bulan”, katanya. “Saka, tahun Jawa itu sandarannya matahari. Hijriah itu sandarannya bulan. Matahari dan bulan harus disatukan, ” lanjutnya lagi. Maka dalam kekinian dasar pencariannya adalah pada kosmologi alam bukan eksistensialisme diri. (us)

copyleft umar syaifullah 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s