Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Bawah

PEMERINTAH Indonesia sudah mengambil sikap tegas terhadap penyalahgunaan narkotika dengan mengeksekusi pengedar dan bandar narkoba baik warganegara Indonesia mau pun warganegara asing. Tekanan-tekanan dari Australia, Brasil, Belanda, dan Perancis tak cukup menghentikan keputusan pemerintah ini. Hal ini dikarenakan Indonesia sudah pada taraf Darurat Narkoba. Demikian dikatakan oleh DR. Antar Merau Tugus Sianturi selaku Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional di Wisma Tanah Air, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2015) lalu.

Data United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menunjukkan saat ini Indonesia menempati peringkat pertama jumlah tersangka narkoba di ASEAN. Di sisi lain jumlah pengguna juga terus meningkat. Jika pada tahun 2005 jumlah pengguna hanya 1,75% dari populasi, maka di tahun 2015 ini diperkirakan bisa mencapai 2,8% yaitu lebih dari 5 juta orang.

Di Lembaga Pemasyarakatan sendiri, 30 – 40% penghuninya terkait dengan narkoba. Kementerian Hukum dan HAM menyatakan bahwa di tahun 2010, 37% perempuan dan 25% laki-laki penghuni Lapas menggunakan narkoba, kebanyakan melalui suntikan. Hal ini diperparah dengan tingkat hunian/okupansi Lapas yang mencapai lebih dari 160% di tahun 2012. Kondisi ini yang mendorong pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 kemarin untuk merehabilitasi pengguna narkoba dan tidak memenjarakannya.

Subsidi

IMG_20150224_124158~2

BNN harapkan peran serta blogger dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. DR. Antar Merau Tugus Sianturi (kiri) dan Prof. Paulina G. Padmohoedojo MA, MPh (tengah) saat foto bersama peserta Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Wisma Tanah Air, Selasa (24/2/2015). (foto: umarsyaifullah)

Dalam paparannya, Antar mengatakan bahwa arah kebijakan nasional terkait pencegahan penyalahgunaan narkotika adalah: 1. Menjadikan 97,2%% imun terhadap narkoba melalui peran serta masyarakat. 2. 2,8% penyalah guna narkoba mendapat layanan rehabilitasi. 3. Memutus jaringan sindikat narkoba.

Untuk itu di tahun 2015 ini diperkirakan sekitar 100.000 pengguna narkoba yang akan masuk rehabilitasi, Selain fasilitas rehabilitasi yang dimiliki oleh BNN, juga dijalin kerjasama dengan beberapa instansi terkait seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, dan lain.lain.

Di sisi lain, BNN juga mendorong masyarakat dan pihak swasta untuk mendirikan pusat-pusat rehabilitasi sejenis. Perijinan praktek kesehatannya akan diberikan oleh Kemenkes sedangkan rehabilitasi yang menggunakan pendekatan non medis memerlukan ijin dari Kemensos. Upaya masyarakat ini akan mendapatkan subsidi dari pemerintah sebesar 2,5 juta rupiah perorang perbulan.

Berbasis Masyarakat

“Kegagalan” metoda pencegahan penyalahgunaan narkotika menurut Prof. Paulina G. Padmohoedojo MA, MPh selaku konsultan BNN, adalah penggunaan jargon-jargon dan kampanye dengan gambar-gambar “menyeramkan”. Selain itu penyuluhan yang tidak dibarengi dengan kegiatan-kegiatan yang memperbaiki kondisi sosial penyebab munculnya masalah juga tidak efektif. Pendekatan secara top-down seperti yang selama ini dilakukan BNN agaknya juga terjadi di negara-negara lain. Hal ini tersirat ketika UNODC mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan pendekatan yang berbasis masyarakat.

Kini BNN bermaksud menguatkan kembali program pencegahan dengan melakukan intervensi ke 5 kelompok sasaran yaitu: Keluarga, Sekolah, Komunitas, Tempat kerja, dan Lembaga kesehatan. Intinya adalah mengampanyekan Pola Hidup Sehat di kalangan masyarakat, khususnya pada kelompok yang rawan terpapar narkotika. Di antara kelompok itu adalah peningkatan kesehatan anak yang dimulai sejak ibu hamil.

Sasaran pada kesehatan anak ini merupakan salahsatu tujuan program untuk menghindarkan atau paling tidak menunda permulaan penyalahgunaan narkoba. Bagi yang sudah terlanjur kecanduan, program rehabilitasi diharapkan dapat menghentikannya. Di sisi lain, kerjasama dengan Kemenkes juga dilakukan untuk menekan ekses berupa penyakit semisal HIV/AIDS.

copyleft umar syaifullah 2015

Iklan

2 pemikiran pada “Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Bawah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s