[Film] Old Surehand (1965)

Nugget di Llano Estacado

SALAH satu poster film. (sumber)

FILM ini bagi saya sungguh bagai menemukan nugget alias bijih emas di tengah Llano Estacado, sebuah padang tandus seluas hampir 100.000 km2 di benua Amerika pada masa romantisme Wild West. Judul film ini membangkitkan kenangan indah di masa kecil saya.

Di awal 70-an, saya mulai mengenal literatur bernama komik. Semula saya meminjam dari teman sekolah saat SD yang kebetulan tetangga sebelah rumah nenek saya. Dari komik-komik silat itu, saya mulai merambah koleksi perpustakaan sekolah. Masih komik.

Tak ada komik silat seperti serial Jaka Sembung karangan Djair, Tuan Tanah Kedawung-nya Ganes Th, atau Mandala Sungai Ularnya Man. Tak ada juga serial Godam – Wid NS, Gundala – Hasmi, atau Laba-Laba Merah – Kus Br. Yang ada adalah komik-komik terjemahan seperti serial Tintin, Album Cerita Bergambar terbitan Gramedia, dll. Selain itu tentu saja saya membaca majalah legendaris Si Kuncung yang selalu dihiasi ilustrasi Ipe Maaroef. Majalah Kawanku pada masa itu kerap dihiasi oleh karya penulis-penulis berbakat seperti Leila Chudori, Joko Lelono, dsb.

Tak butuh waktu lama, seluruh koleksi perpustakaan yang masuk kategori Cergam sudah habis terbaca. Membaca sudah menjadi candu yang menagih pemuasan. Sampai hampir tutup perpustakaan hari itu, saya belum menemukan satupun buku yang akan saya pinjam.

KISAH Old Surehand mulai muncul dalam buku terbitan lama Pradnja Paramita ini. (sumber: https://umarsyaifullah.files.wordpress.com/2015/09/c2127-llanoestacado1.jpg)

KISAH Old Surehand mulai muncul dalam buku terbitan lama Pradnja Paramita ini. (sumber)

Penjaga perpustakaan sudah memberi peringatan terakhir akan tutup. Tak pikir panjang saya menyambar sebuah buku dengan sampul bergambar seorang koboi, judulnya Old Shatterhand sebagai Detektif karangan Dr. Karl May . Judul yang menggelitik imajinasi seorang anak SD kelas empat atau lima saat itu.

Di rumah, ketika saya buka buku itu … Bah! isinya teks semua. Hanya terselip satu gambar ilustrasi di dalamnya. Ini adalah literatur pertama berupa buku teks yang saya (akan) baca sepanjang sejarah hidup saya. Hari demi hari tak saya sentuh sedikitpun buku itu hingga dua hari menjelang pengembalian ke perpustakaan.

Rasanya sayang sekali jika buku itu tak saya baca mengingat saya telah membayar sewanya yang saya sisihkan dari uang jajan. Dengan segan saya paksakan membuka halaman pertama. Haduh! Berat sekali rasanya memaksakan mata mengikuti deretan aksara yang beriringan bagai semut itu.

Satu halaman beranjak ke halaman berikutnya. Beranjak ke lembar berikutnya. Dan berlanjut terus tanpa saya sadari. Buku ini bagai diberi mantra sehingga mata saya tak bisa lepas darinya.

Teriakan ibu saya yang kesekian kalinya baru berhasil menyentak saya untuk beranjak ke meja makan. Itu pun nyaris sambil membawa buku ke samping piring. Jadilah makan malam terkilat saat itu. Seusai makan kembali lagi merebahkan diri ke dipan meneruskan bacaan.

Inilah momen terpenting dalam hidup saya ketika hambatan membaca buku (teks) telah runtuh. Keesokan harinya seusai pelajaran, saya menuju perpustakaan untuk siap menjarah habis isi koleksi sehabis-habisnya. Yang menjadi sasaran utama tentunya seluruh seri karangan Dr. Karl May.

Dalam keseluruhan seri bukunya, Karl May seolah menceritakan kisah petualangannya ke berbagai penjuru dunia. Di benua Amerika yang masih liar, ia dikenal sebagai Old Shatterhand si Tinju Maut. Di sini ia didampingi oleh Winnetou, Kepala Suku Apache. Sementara itu di Timur Tengah ia dikenal dengan nama Kara ben Nemsi dengan ‘sidekick’ Haji Halef Omar. Old Surehand si Tangan Jitu sebenarnya hanya ‘bintang tamu’ dalam jalinan kisah petualangan Karl May.

Uf! Uf! Mana ulasan tentang film tadi? Ah. Tak penting. Jika Anda masih memiliki jiwa kanak-kanak, penemuan “harta karun” ini sedemikian memenuhi segala imajinasi dan kebahagiaan murni Anda. Namun Anda dapat membacanya di IMDB. Saya telah selesai berbicara. Mari kita hisap pipa perdamaian. Howgh!

 

Rekomendasi: 2/5

Tentang Old Surehand

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s