Sebuah Catatan dari Pertemuan dengan Menkes

BONUS Demografi menjadi tantangan besar dalam program kesehatan masyarakat Indonesia. (foto: umarsyaifullah)

BONUS Demografi menjadi tantangan besar dalam program kesehatan masyarakat Indonesia. (foto: umarsyaifullah)

DARI seluruh kebijakan pemerintah Republik Indonesia setahun terakhir, program yang paling populer di masyarakat kiranya adalah mengenai BPJS Kesehatan. Hal ini terlihat jelas dari ramainya respon masyarakat mengenai program ini, baik melalui media massa mau pun media sosial.

Di satu sisi memang BPJS bisa dikatakan sukses dilihat dari melonjaknya animo masyarakat yang memanfaatkan program pembiayaan ini. Namun ini juga berarti bahwa selama ini negara belum memerhatikan aspek kesehatan masyarakat. Akibatnya terjadi lonjakan jumlah pasien baik di Puskesmas mau pun rumah sakit, utamanya yang menggunakan BPJS Kesehatan. Pada tahapan ini sudah barang tentu banyak sekali kekurangan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan bagi pengguna BPJSK, namun apa yang sesungguhnya terjadi di balik itu semua?

Dalam sebuah kesempatan ramahtamah bersama Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek beberapa waktu lalu, mengemuka beberapa persoalan yang selama ini luput dari pembicaraan tentang kesehatan masyarakat. Hal pertama yang menjadi latar belakang pentingnya penanganan kesehatan masyarakat adalah soal Bonus Demografi.

Masalah demografi tentu harus menjadi fokus lintas instansi pemerintah, tak dapat hanya diatasi secara parsial. Menkes mengakui bahwa koordinasi lintas instansi khususnya antara Kemenkes dan BKKBN memang perlu ditingkatkan. Ketika disinggung mengenai kesuksesan BKKBN di era Orde Baru, secara tersirat ia menyatakan perlu adanya sosiolog untuk memetakan persoalan dan membuat langkah-langkah yang lebih tepat sasaran dengan meminimalkan ekses sebaik mungkin.

Kasus-kasus terkait lemahnya koordinasi lintas instansi bisa dilihat pada isu Haramnya BPJSK yang dikatakan oleh media merupakan fatwa MUI. Untuk duduk bersama dan klarifikasi pun harus menunggu arahan Presiden. Begitu pula yang terkini adalah lambatnya respon Kemenkes terhadap Bencana Asap akibat kebakaran hutan di Riau dan wilayah lain di Sumatera mau pun Kalimantan. Meski lemahnya koordinasi antar instansi tidak hanya terjadi di sektor kesehatan saja dan memang sudah merupakan ciri umum pemerintahan saat ini, hendaknya hal ini tidak menjadikan permakluman dan alasan untuk negasi.

Di lain pihak, Menkes sendiri menyoroti kinerja jajaran Kemenkes yang masih kurang optimal dalam menyosialisasikan program-program Kemenkes. Dalam banyak kesempatan, masyarakat pengguna BPJS Kesehatan masih diposisikan sebagai objek. Pendekatan yang digunakan masih berupa pendekatan satu arah. Sesuatu yang -dalam istilah blogger belakangan adalah- #SoYesterday alias ketinggalan jaman. Hampir setiap keluhan masyarakat terhadap pelayanan BPJSK dikembalikan pada belum pahamnya masyarakat mengenai hak dan tanggungjawabnya. Bukan hanya itu, aparat BPJSK di lapangan sendiri selain masih kurang, juga belum menunjukkan kinerja optimal. Belum lagi pelayanan di rumah sakit dan farmasi yang belum sesuai dengan harapan. Jika begitu banyak keluhan seperti ini bukankah itu menunjukkan bahwa sosialisasi masih kurang?

Kiranya pelibatan sosiolog dalam program-program berikutnya akan mampu menggeser paradigma sehingga menjadikan masyarakat pengguna sebagai subjek kebijakan. Untuk itu memang dibutuhkan kemauan politik pemerintah, sebab pemerintah sejatinya adalah petugas yang dipilih oleh rakyat untuk melayani kebutuhan rakyat. Bukan petugas partai apalagi petugas instansi. Dengan demikian seharusnya slogan revolusi mental memang tepat jika diarahkan pada jajaran pemerintah itu sendiri. (us)

copyleft umar syaifullah 2015

Iklan

Satu pemikiran pada “Sebuah Catatan dari Pertemuan dengan Menkes

  1. Ping balik: Sebuah Catatan tentang Nusantara Sehat, Blogger, dan Humas. | Umar Syaifullah's News Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s