KOPI NUSANTARA di Kedai Kopi Baru Smescoffee

 


KAFE
konon berasal dari café dalam istilah Perancis yang merupakan tempat untuk minum kopi dan penganan ringan. Spanyol dan Portugis menggunakan istilah yang sama dengan Perancis. Sementara di Italia disebut caffè. Ada pun Inggris menggunakan istilah coffeehouse atau coffeeshop.

Meski arti kata café adalah kopi, namun di banyak negara termasuk di Indonesia, tempat ini banyak yang menyajikan juga minuman beralkohol. Masuk dalam kategori restaurant, kafe lebih menonjol sebagai tempat bersosialisasi atau sekedar duduk-duduk membaca buku mau pun menyimak isi gawai.

Kini kafe yang benar-benar menyajikan kopi sedang marak dan popular di kalangan menengah atas di Indonesia. Hal ini didukung fakta bahwa negeri ini adalah penghasil kopi nomer tiga di dunia setelah Brasil dan Kolombia.

Namun demikian, Indonesia belumlah masuk dalam jajaran pengonsumsi kopi terbesar dunia. Entah apa yang menjadi tolok ukurnya. Padahal masyarakat kita hingga di pelosok pun nyaris tak lepas dari menyecap kopi dalam keseharian mereka. Apalah lagi di kalangan muslim Nusantara. Baik ketika sendiri mau pun saat ada pengajian, hidangan kopi tak luput hadir melengkapi rokok kretek -yang sedang dibuli oleh sementara kelompok atas biaya industri farmasi global (sic!).

Pada perhelatan kopi internasional di Amerika beberapa bulan lalu, kopi Temanggung meraih juara kedua kategori specialty coffee. Ini menambah deretan specialty coffee yang sudah popular dari Nusantara seperti Aceh Gayo, Toba Mandailing, Toraja, Bali Kintamani, Java Preanger, Papua Wamena, Flores Bajawa, dll.

Specialty Coffee adalah sebuah penilaian kopi dengan nilai icip atau cupping score di atas 85. Selain itu nilai bijinya pun dapat dilihat dari cacat total (biji rusak, biji bolong, biji pecah) dalam satu kilo green bean yang tak boleh kurang dari 4 persen. Proses pengolahan dan pemilahan yang dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menghasilkan aroma dan rasa yang sangat istimewa ini membuat harga specialty coffee menjadi relatif mahal

ICIP KOPI – Para juri sedang melakukan cupping pada Rembug Kopi Nasional di Convention Hall SME Tower, Jumat (14/10/2016). (Foto: umar syaifullah)

Seperti telah disinggung di atas, kopi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat tradisional Nusantara agaknya menginspirasi pengusaha untuk membuka kafe-kafe yang menyajikan kopi bagi kalangan menengah atas.

Sudah jamak kalangan ini mendasarkan pola konsumsinya pada gaya hidup alias lifestyle. Era keterbukaan Indonesia yang diawali Reformasi 1998 membuat gaya hidup golongan menengah di sini tak ketinggalan dari induknya di belahan barat dunia sana.

Merebaknya kedai-kedai kopi modern seperti S*arbuck, J *o, dll mendorong pengusaha lokal untuk mengimbanginya dengan mengusung konten lokal pula. Satu persatu bermunculan kedai kopi yang menyuguhkan kopi Nusantara specialty.

Di kompleks SME Tower, jalan Gatot Subroto, Jakarta, kini baru dibuka kafe Smescoffee yang terletak di pintu masuk kiri balai pertemuan Smesco. Oh. Mungkin banyak yang menyebutnya Smesco Convention Hall.

Kafe ini merupakan kerjasama antara beberapa staf kawakan FnB (food and beverage) jebolan Hotel Indonesia dan Smesco yang diperkuat juga oleh konsultan ahli tentang kopi dari Bandung Coffee House.

Nama Smescoffee sungguh punya makna yang kuat sebagai citra alias branding. Smesco adalah suatu lembaga pusat layanan pemasaran koperasi dan usaha kecil menengah yang dinaungi oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Keberadaan lembaga ini dengan kompleks gedung SME Tower yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan layanan yang terintegrasi sangat menunjang perkembangan UKM Indonesia dalam menghadapi persaingan usaha global.

Made Setiary Dardja selaku pemodal utama Smescoffee adalah anak pemilik perkebunan kopi di Bali. Bersama suaminya, Dardja SD, yang juga lama berkiprah di FnB hotel, Made terus melakukan terobosan usaha. Madelah yang melihat peluang kerjasama dengan SMESCO untuk membuka kafe ini. Ia ingin Kopi Nusantara menjadi rujukan penikmat kopi di kalangan menengah atas, khususnya di area jalan protokol Gatot Subroto dan Pancoran.

Tak hanya kopi, Smescoffee juga menyajikan penganan kelas hotel bintang lima sebagai pengiring minum kopi. Dan bagi perokok Nusantara, jangan khawatir. Menikmati kopi nusantara yang juara dan cemilan kelas atas sambil mengepulkan asap rokok kretek di beranda luar sungguh mampu melupakan hiruk pikuk kehidupan metropolitan Jakarta, meski hanya sejenak.

CEMILAN pengiring Kopi Nusantara specialty hasil olahan chef hotel bintang lima. (Foto: umar syaifullah)

Mariem Roy, rekan Made yang pernah menjabat PR Manager Hotel Indonesia mengatakan bahwa Smescoffee ini merupakan pilot project yang diharapkan membangun sinergi yang kuat antara pengembangan UKM dan Kopi Nusantara. (us)

copyleft umar syaifullah 2016

Iklan

2 pemikiran pada “KOPI NUSANTARA di Kedai Kopi Baru Smescoffee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s